Monday, December 17, 2012

Utusan Rindu buat anak-anakku di bumi Palestin

Aku terpanggil berkongsi rasa
Tentang anak-anak ahli syurga
Walau aku belum sempat mengenali mereka
Dan mereka juga tidak pernah mengenaliku
Namun wajah yang ku tatap melalui media massa alam maya
Cukup memberikan keyakinan 
Aku dan mereka berlindung di bawah satu Tuhan satu pengharapan
Dan tiba ketikanya
Aku pasti menemui mereka di perhimpunan dunia
Dengan wajah suci sedang aku belum pasti

Setiap kali aku menyelak perkhabaran baru
Di dada akhbar, di wajah maya
Aku tak pernah habiskan pelayaranku
Mindaku terhenti mataku berlinang
Airmata tak tertahan menyapa pipi

Sujudku pada Allah maha Esa
Segalanya ini adalah percaturan dariNYA 
Untuk menyedarkan aku dan kau yang sedang membaca
Sekiranya wang tidak terdaya membantu
Marilah kita gabung semangat menggembeling durjana 
ISRAEL yang di laknat Allah

Anak itu.....
Tidak pernah minta dilahirkan
Dengan kisah hitam tentang kekejaman dunia
Anak itu...........
Tidak pernah mengerti betapa berharganya nikmat kesenangan dunia
Lahir mereka sudah dikelilingi kuasa atom dan senjata membela bangsa
Anak itu.............
Sudah lali dengan dentuman tak putus menggegar buminya
Walau seluas mana dada ibu dan ayah melindungi
Sekecil itulah pengharapan untuk mengakhiri kekejaman 

Aku tak bisa bicara dari kacamata mereka
Menjejak kaki ke bumi itu sekalipun tidak pernah
Apatah lagi mengetahui perasaan sejujurnya, kesayuaan setulusnya
Sedih aku tidak akan seiring dengan pedihnya di lubuk hati mereka
Tangisanku tidak akan pernah sama seperti mana mereka tumpahkan airmata berdarah

Anak suci bumi Palestin
Ketabahan dan keredhaanmu 
Tidak akan sama seperti yang aku rasa tika diuji
Bunyinya 'cliche' tapi hanya itu yang aku terdaya
Mendoakan dan terus mendoakan kalian
Menghulur setulus yang termampu
Mengingatimu siang dan malamku
Mengusap wajahmu walau hanya di kaca maya

Tanpa doaku kau pasti ke syurga
Jika esok aku tak bisa melihat wajahmu lagi
Aku lebih bahagia
Agar jasadmu tidak terus diseksa direjam binatang Israel

Aku di sini akan terus bersama dalam doa-doa yang aku kaitkan
Menguntum menjadi bunga seluas lautan
Untuk kau tahu bahawa kita tidak pernah bersua
Namun atas nama saudara Islam
Kau dan aku akan pasti bertemu kerna 
Itulah bibit akhir doaku buatmu
Dari jauh kukirimkan seluasnya dakapan
Buat kau melindungi dirimu
Agar tenang tidak gentar menghadapi dugaan Allah yang Esa
Amin....


Tuesday, December 11, 2012

WARKAH KHAS DI HARI LAHIRMU 2012

Warkah ini kudedikasikan khas buat insan yang ku panggil suami
Kehadiranmu ibarat hadiah terhebat oleh Illahi buatku
Kau bukan hanya suami sebaliknya teman, sahabat, kekanda dan pembimbingku

Kekasihku
Syukur ke hadrat Allah s.w.t atas ruang waktu yang dipinjamkannya
Dapat juga kasih ini disandarkan dan bertaut di ruang hati
Biarpun kehadiranmu bukanlah menutup kesempurnaan semata
Sebaliknya ia lebih bererti dengan
Nikmat hidayah dari Allah buatku hadir bertalis arus tak terjangkau dek akal

Walau ada waktunya perjalanan kita disapa ombak setinggi gunung
Walau ada saatnya dugaan menyapa titian kasih kita
Namun ianya terkawal dengan akal kematangan yang dipinjamkan oleh Allah
Itulah restu agung maha Pencipta buat kita 

Kandaku,
Di hari kelahiranmu yang sangat bererti
Tiada yang lebih berharga dapat kehadiahkan
Hanya doa tulus ikhlas yang bersinar dan mekar
Semoga Illahi mengangkat dan menjadikan realiti buat kita

Kandakau,
Di hari penuh bermakna ini
Ku tautkan erat kasih sayang yang bersemi
Agar diri ini terus menjadi bidadari dunia akhiratmu
Menemani hari-hari indah dan dukamu
Tanpa ada batas waktu

Abadikanlah detik indah antara kita
Jadikanlah hadirnya dugaan sekadar rantaian kematangan kau dan diriku
InsyaALLAH
Limpah rezeki Illahi tidak ada penghujungnya

Salam Hari Lahir
Semoga Allah memberkati hidupmu
Dilimpahi rezeki berganda
Membimbingku ke perjalanan yang diredhai Illahi
Di saluti kesihatan yang berkekalan 
Dan akhirnya menuju ke jannah bersama-sama

Terimalah dedikasi khas untukmu suamiku.....



Saturday, November 10, 2012

SELAMAT ULANG TAHUN KE-2 ZIQRY

Maaf entri ini sedikit lewat kerna kebutuhan waktu menghambat saat-saatku
Lalu di sini aku hamparkan kisah untukmu

Purnama demi purnama berlalu
Kau menginjak meninggalkan tapak-tapak kecil saat bayimu
Dari membalikkan badan ke mengesot
Dari merangkak ke bertatih
Dari bertatih ke pantasnya langkahmu
Dari berjalan terus berlari dan....
Aku akhirnya tidak pantas mengejar langkah pintarmu

Purnama demi purnama 
Aku dihambat berbagai dugaan
Kekuatan seorang ibu semakin aku genggami erat
Tidak tiris menitis walau kesempurnaan bukan milikku
Hanya Allah yang satu

Aku semakin gentar mengetahui
Kau sudah bersamaku 24 bulan
Dan pintarmu tidak ku bidas
Pada petah bicaramu
Pada lirikan manjamu
Pada sentuhan hangatmu
Pada lampias perasaan yang kau acukan padaku
Aku tewas
Aku perlu sedar kau kini sudah tidak seperti dulu

Dulu itu kau perlukan aku sepenuhnya
Sepenuhnya itu umpama tidak ada apa yang bisa kau lakukan sendiri
Sendiri itu bererti aku harus mendampingimu setiap masa
Dan kini
Masa itu sudah berlalu tinggalkan aku
Hanya kenangan bisa terpahat dalam sanubariku

Permata hati amanat akhiratku
Tak akan pernah ku lupa saat itu
8.11.10 tanggal penuh bererti buatku
Sakitku peritku deritaku hanya seketika
Kerana tuhan gantikan segalanya dengan kegembiraan dan kenikmatan
Menghadiahkan dirimu ke atas diriku

Kini 2 tahun sudah berlalu
Membesarlah kau dengan pintar dan bijaksanamu
Hanya doa ALLAH ku panjatkan tanpa ragu
Agar menjadikanmu permata penuh berilmu
Dunia akhirat asas perjalananmu
Diiringi ranjau berduri maya duniawi
Doaku sentiasa disisimu
Biar kau tak mengetahui namun aku mengakui
Bibir ini tak henti memohon pada Illahi

Selamat Hari Lahir Sayangku



Thursday, September 20, 2012

20 September ........14 Tahun Sudah.....

Ketika itu aku masih jahil
Tentang apa erti perjuangan
Tegakkan hak kecundangkan batil
 
Ketika itu aku sibuk
Tentang aktiviti sekolah yang tak terhitung
Tentang meniti waktu menduduki peperiksaan PMR
 
Ketika itu aku tertanya-tanya
Satu Malaya habis kalut
Apakah dengan pemecatan seorang bergelar PAK MENTERI
Bisa hancur keamanan dunia, keamanan sejagat?
 
Ketika itu aku canggung
Lihat pemimpin yang diangkat darjatnya
Di korbankan seperti melakukan jenayah besar
Hingga rumah peribadi diterjah disanggah
 
Ketika itu
Kurasakan bulu roma leherku meremang
Tatkala lautan manusia terdampar di Dataran Merdeka
Tatkalak lontaran kata-katanya penuh cetusan semangat
 
Benar.....
Aku rasa serba tak kena
Seperti ada yang merasuk
Ketika.....
Laungan REFORMASI di jerit berulang-ulang kali
REFORMASI
REFORMASI
REFORMASI

Aku dihujani air gatal bewarna hijau
Aku dihembus gas pemedih mata
Di sana sini kelihatan polis menganjingkan rakyat
 
Ketika itu juga aku pulang dan tanyakan pada Papa
REFORMASI itu sebenarnya APA?
REFORMASI hakikinya untuk SIAPA?
REFORMASI?

Aku kelu
 
Papa sibuk kehulu kehilir
Seperti Malaysia diserang todak
Para hulubalang mengatur agenda
Mungkin
Kerna DIA rakan Papa
 
Ketika itu jualah semangatku disuntik
Dengan racun keadilan dan pemberontakan
Aku semakin benci pada kekejaman dan kezaliman
Aku seperti mahu mengangkat senjata
Alang-alang menyeluk pekasam
Biar sampai ke pangkal lengan

Wah.....
Semangatku ketika itu berbeda sekali...... 
Aku akur...
Mungkin tercatur ada kesilapan yang DIA cetuskan
Tapi layakkah DIA diperlakukan seperti haiwan
Sedang tatkala itu
Dia insan terpenting kedua dalam negara tercinta
 
Aku bangkit
Tatkala melihat anak-anaknya tertindas
Aku bangkit
Tatkala melihat keaibannya difitnah bertalu-talu
Aku bangkit
 Menuntut bersama erti REFORMASI
 
Sedikit demi sedikit aku mula mengerti
Apa yang aku mahukan dalam REFORMASI
Bersama semangat itulah
Sehingga hari ini
 Aku terus utuh
Bangun dan teguh
Melaungkan slogan REFORMASI
Tanpa ada secalit sangsi!
 
Semoga Allah swt bersama kamu
Wahai pejuang REFORMASI!!!

Tuesday, September 18, 2012

Siapa bisa katakan tidak pada duka itu...

Sepi
Dan kesepian itu terus menghimpit
 
Kosong
Dan belenggu itu giat bermain
 
Lesu
Dan berlalu debu-debu buntu
 
Rindu
Dan berkeping-keping ia jatuh menghempas bumi
 
Akhirnya aku kaku
Umpama nyawa dan jasad tidak lagi sehala tuju

Pesanan Untuk Aku (1)

Kita tak bisa membilang
Berapa waktu lagi milik kita
Sedang kita rencana rancak dunia
Bersama kita susuli impian di jannah
 
Kita mungkin masih terus menghitung
Apa yang mungkin bisa kita kecapi
Harta, keinginan, kejayaan dan darjat
Disulami dengan angan-angan di akhirat kita akan selesa
 
Pernah kita bicarakan tentang kejayaan kita
i) membina anak-anak yang berjaya di alam kekal tuhan - akhirat
ii) membina jambatan kukuh merentasi siratul maut
iii) membina benteng agar tidak di telan lautan gelora api neraka
iv) membina rumah seindah terbayangnya di ingatan ketika di syurga
 
Teman....
Tuhan tidak sekali-kali menzalimi umatnya
melainkan umatnya menganyam detik-detik dosa

Tuhan tidak pernah berpaling dari umatnya
melainkan umatnya sentiasa alpa dan lalai mendampinginya

Kita pernah mencorakkan dosa
Tapi jangan lupa mohon keampunan dariNYA
Bukan sesalan yang Allah pinta
Tapi taubat dan sentiasa sujud memohon keampunan

Kalau esok harinya
Kita masih punya peluang untuk menghidu bau syurga.....
 
Usai sudah semalam yang gelap
Bangun dan bina sejarah cinta
Hari ini untuk yang Esa...
 
Wallahualam.....

Friday, September 14, 2012

Izinkan aku menyampaikan pesanan

Kalau kalian sudi membaca
Aku titipkan rasa gugup
Tentang manusia yang sedang mati hatinya
 
Walau berat untuk aku kongsikan
Aku yakin ini hanyalah untuk pedoman
Agar kau dan aku sama-sama jadikan sempadan
Menyusuri liku liku kehidupan
 
Dengarkan.....
 
Di saat kita menitipkan kasih
Apakah kita sudah berjanji
Tidak akan ada hati yang terluka
Tidak akan ada hati yang kecewa
Kerana nafsu dan kecundangnya kita untuk setia
 
Di saat kita melihat dialah insannya
Yang akan memacu ke jalan bahagia
Redah duri dan liku bersama
Harungi manis dan nikmat kekal ke akhirnya
Tidakkah kita sedar
Kata-kata itu tidak bertulang dan mungkin tersasar di pertengahan jalan
 
Walau badai menghempas lautan
Walau ombak memukul pantai
Jauhilah dari khilaf yang membuka pintu neraka
Jangan sekali mendekati maksiat zahir mahu pun batin
Kelak duka Allah membawa malapetaka buat kita
 
Sekiranya kita tersedar dari pukau si syaitan
Sujudlah, mohon keampunan pada hati-hati yang terluka
Tangislah agar mata yang berdosa itu terhapus sengsara
Sebelum Izrail menjemput
Usai derita dunia agar tidak dibawa bersama
 
Sesungguhnya kecurangan dan maksiat itu berat hukumannya di akhirat kelak....
 
Wallahu alam..... 
 

Wednesday, September 12, 2012

Separuhnya telah pergi~~Kembalikan....

Di mana mahu aku mulakan
Setiap sudut aku lihat
Segalanya kelam dan tidak bermaya
Perjalanan makin longlai
Sinar makin lusuh
 
Di mana perlu didahulukan
Aku perlu ruang tapi mana mungkin
Perjalanan ini bukan aku yang aturkan
Hanya merancang dan berharap
Berdoa agar Allah swt titipkan rahmatNya
 
Beberapa waktu ini
Bumi kupijak tidak bertapak
Kanan dan kiri umpama sama
Langit gelap ku lihat hitam
Awan terang juga berwajah malap
 
Seperti apakah perjalanan ini
Semakin berat melangkah
Seperti di panah hati
Terpasung dan akhirnya tergantung
 
Aku mahu kembali pada musim bunga
Setiap kuntum yang mekar wangi dan berseri
Sedang aku ini dalam musim luruh
Tiada kuntum yang berputik
Tiada daun sudi bertandang
Akhirnya kaku sejuk hingga mati
 
Susuli aku dengan semangat baru
Aku rindukan waktu itu
Iringi aku dengan doa
Agar Tuhan mendengar dan perkenan
 
Hati oh hati
Pulihlah dari luka itu
Aku tak mahu didatangi tangisan tiada peneman

MAAF TIADA BERITA....

Assalammualaikum dan salam semua,
 
Sebelum bicara, maafkan saya kerana diam tanpa berita. Lama jari terhenti dari lenggok tarian papan kekunci. Kekok rasanya menaip dengan perubahan baharu di pentas blogspot, tersedar bahawa cepat sungguh masa berlalu....kita semakin dihambat kepantasan era teknologi. Baru beberapa bulan tidak menjengah rumah blog ini, sudah bermacam perubahan disusun atur.
 
Teman,
Aku rindu dengan kalian, bertubi pesanan di inbox bertanyakan khabar...ada yang berseloroh bertanyakan taringku sudah tumpulkah hingga tiada lagi warkah dipapar? Aku tersenyum walau ada yang mengomen aku kenali ada yang tidak, namun aku tetap hargainya.
 
Teman,
Aku rindu menghamparkan cerita-cerita tiada pengkhususan genre. Aku rindu nak menulis untuk si kecilku yang sudah semakin besar dan bijak. Hai....kerana dia jugalah aku tidak akur menari di pentas ini. Apa tidaknya, kalau dia sahaja yang mahu memegang laptop/ipad di rumah. Si kecil bukan lagi si kecil tapi boss besar dalam rumah. Hai....mengeluh seperti mana dia mengajukku (nakal anakku itu)
 
Teman,
Beri aku sedikit waktu, akan aku rawat rindu kalian. Aku punya seribu cerita yang berkisah peribadi, berkisah pandangan mata kecilku dan asam garam dunia. Ingin sekali aku kongsikan namun aku pasrah.
 
Teman,
Percayalah aku rindu untuk menulis dan aku tahu kamu rindu juga membacanya. Maafkan aku kerana membuat kamu rindu. 
 
Sedikit waktu lagi aku kembali dan waktu itu kita sama-sama tidak lagi mememdam rasa. 
 
Tunggu ya.... 
 
Salam dari pena marini_kamal

Friday, March 30, 2012

EPISOD 1 - KISAH HIDAYAHKU

Banyak jalan yang aku jumpa
Semua kosong dan gelap
Tiada sinar tiada bahagia

Banyak jalan itu yang aku jumpa 
Nyata sepi dan bungkam
Takut momok menghantui
Tiada ceria tiada riak tawa

Dalam perjalanan gelap dan usang
Aku temui titik kecil
Sangat jauh dan tak termampu kaki menapak
Sepertinya fatamorgana
Dikejar tiada dilihat berbayang pula

Aku ekori lagi 
Walau buntu menghimpit
Syaitan berbisik
Aku teruskan menghampiri titik cahaya itu
Nyata sungguh aku lelah
Pujukan syaitan hampir riuh bersorak

Akhirnya aku berhenti seketika di lorong kusam
Satu lembaga menghampiri
Tanpa menoleh kepadaku
Aku turut langkah perjalanannya
Aku tak pasti dia sedari aku mengekori

Tapak demi tapak
Aku terlihat titik cahaya semakin besar
Kecil seperti bintang bertukar besar seperti bulan

Tapak demi tapak
Aku terus membontoti lembaga itu
Makin aku hampir

Akhirnya aku tiba pada di sebuah taman yang indah dan tenang
Panas diselubungi redup
Titisan hujan seolah salji di kutub 

Aku hanya terdengar suara laungan 
ALLAHU ALLAH HAQ
ALLAHU ALLAH HAQ
Dan terus terusan puji-pujian pada Rasul ku Muhammad s.a.w
Terus juga aku dengar suara laungan pada Allah s.w.t

Di manakah aku
Tiba-tiba datang lembaga membimbing jalan sinar
Selama ini kelam dan kusam
Akhirnya aku jumpa makanan jiwa

Sungguh aku kenyang
Walau perut tak berisi
Hati terus menyanyi girang
Bibir tak berhenti mengukir senyum
Dan aku antaranya dari mereka

Di sinilah bahagia dunia dan akhirat
Aku pasti Allah s.w.t menghantarkan aku khalifah
Aku pasti Rasul Ulungku turut merahmatiku

Aku pandang lorong gelap di belakangku
Kelihatan semakin pekat dan hitam
Berkeliaran manusia mundar mandir
Aku mahu membawa mereka namun aku gagal

Apakah ini penghijrahan yang Allah swt kirimkan dalam hidayahNYA buatku?
Aku hanya mampu menjadikan lembaga tadi sebagai guru 
Moga-moga di akhirat kelak kita bersua lagi...


*AKU IMBAU KENANGAN DI MANA TITIK PERMULAAN NAHSQBANDI MENJADI JALAN UNTUKKU MANCARI KEBAHAGIAAN*
 

Tuesday, March 27, 2012

CATATAN DARI KAMAR LENA

Dari kamar tidur aku menulis
Kisah perjuangan dalam kehidupan
Aku semakin runsing
Takut dengan kealpaan dunia
Walau sentiasa berwaspada
Adakalanya tidak mudah menepis
Kelalaian mengejar akhirat

Aku semakin bingung
Melihat watak opera umat Rasul s.a.w
Terkinja-kinja mengejar
Terkedek-kedek mengendong
Segala syurga duniawi
Lupa akan akhirat yang menanti

Watak-watak bisu ini menampar aku
Melihat dalam siul
Aku hanya menggeleng
Istighfar panjang dan banyak hingga terjuih bibir
Apakah aku tak akan tergoda?
Angkara syaitan binasa?

Di kamar tidur ini aku bingung lagi
Entah kapan segalanya akan menemui jalan akhir
Dosa bertimpa meninggi langit
Moga Allah tiup hidayah
Dalam hati bebal musafir duniawi

InsyaALLAH......

"aku menulis kala melihat anak kecil memusing atas katil mencari bucu mana yang indah untuk dibiarkan roh keluar seketika....."

Thursday, January 19, 2012

Warkah buat temanku yang sedang dalam ujian TUHAN

Aku terpanggil menulis warkah hari ini untuk seorang sahabat yang sedang di uji tuhan.

Kalau dia terbaca, aku sebenarnya tidak punya kata yang tepat untuk gambarkan ketabahannya.

Kalau aku diduga, kalau aku diuji, aku sendiri belum tentu boleh menjadi sekuat dia.

Ujian tuhan itu tidak akan menzalimi umatnya, maka dengan itu kita harus terus tabah bila diuji.

Teman,
Kalau hari ini kau menangis atas pemergian insan yang bakal kau gelar anak, sapulah airmatamu kerana pastinya mereka itu sedah menantimu di syurga jannah.

Teman,
Kalau hari ini sakit di perutmu tidak sesakit hatimu yang kian remuk dek kegagalan merasai bayi kecil bergerak-gerak dalam tubuhmu itu, genggamlah seeratnya jemarimu moga Allah titipkan sedikit cahaya dalam genggamanmu. Sesungguhnya itu adalah keperitan yang seketika cuma.

Teman,
Aku tak mungkin merasai apa yang ada dalam sanubarimu, namun walau sejuta kata semangat dilemparkan, sejuta kali itu jualah kau tak endahkannya.
Kerana kau sedang dalam kemurungan yang tidak mungkin ada penawarnya.

Teman,
Kau beruntung di uji tuhan, terhapus dosa-dosa kecilmu setiap kali kau memanjatkan syukur dan redha atas ketentuan yang Allah warkahkan buatmu.

Teman,
Bangkit dan janganlah kau terus dikerumuni kesepian. Kau itu sebenarnya jauh lebih gagah dari apa yang kau tahu. Tuhan sedang merencana sesuatu lebih indah buatmu.

Teman,
Setiap kali kau dihambat tangisan, lihatlah wajahmu di cermin, apakah ini wajah seorang bakal ibu yang tak bisa menanggung ujian Tuhan?
Apakah ini wajah mama yang bakal melahirkan putera puteri comel tapi tidak kental dalam mengharungi cabaran?

Tataplah wajah manismu dan senyumlah, katakanlah pada dirimu bahawa kau akan menemui mereka di Syurga sana.

Teman,
Aku tidak mengerti sejauh mana rasa pilumu walau aku sangat memahami kedukaan itu.
Namun aku hanya mahu kau tahu, sebutir airmatamu mengalir, selautan isi alam turut bersedih.
Apakah kau mahu dunia bersedih? Dirundungi malap?
Jangan teman, jangan simbahi dunia ini dengan gelap dan kusam.
Kau semburkanlah segala cahaya dengan senyuman, khabarkan pada seisi alam bahawa kau akur ketentuan ALLAH swt.
Dia yang maha AGUNG merencana untuk kita semua
Dia maha ADIL
Dia maha MENGETAHUI
Dia maha PENYANYANG

Teman,
Jika senyumanku bisa merawat kelopak kuntum bungamu yang kian layu, ambillah bila-bila kau mahu agar aku bisa membuat bunga itu terus kembang dengan mekar.

Salam dari sahabatmu....
19012012

Tuesday, January 17, 2012

Kisah AWAN NANO dan Ziq

Setiap kali aku nyanyikan lagu ini, Ziq pasti tak kerlip tengok wajahku. Sambil menahan mengantuk yang tak tertahan, dia cuba tenyeh-tenyeh matanya.

Mungkin sedap kot aku nyanyi atau mungkin juga dia faham apa maksud lagi ini.

Sebenarnya aku sendiri tak pernah tahu apa maksud Awan Nano sampailah aku dan Mr Kekasih membincangkannya secara ilmiah, memang sangat kelakar.

Kata Mr Kekasih, Nano tu maknanya kecil, sekecil zarah. Jadi apa kena mengena Nano dan Awan.

Aku pun menyanyi dan terus nyanyi hingga dapat aku selami mungkin juga itu yang ingin disampaikan oleh penulis lirik lagi ini.

Di minda, aku cuma membayangkan video klip Awan Nano, wajah Hafiz dan perkataan NANO. Itu sahaja yang aku tahu sebelum aku nyanyi dengan penuh pengertian buat Ziq setiap kali dia minta untuk ditidurkan.

Aku sedar ada sesuatu pada lagu ini dan aku terus nyanyi pada Ziq dan setiap kali itulah dia seperti mengerti bahawa aku benar-benar mencintai dan tulus ikhlas menyampaikan mesej lagu tersebut kepadanya.

Percaya atau tidak, setiap kali aku nyanyi (dengan gaya tersendiri), sinar mata Ziq membalas bahawa dia benar mengerti kasih yang aku taburkan.

Terima kasih pada Awan Nano kerana Ziq mungkin mengerti lebih dari apa yang aku tahu tatkala keikhlasan yang aku sampaikan terus pada corong telinganya itu.

Ah....anak kecil sahaja mana mungkin mengerti! Tapi aku tak tipu!!!

Ziq meminta aku nyanyikan lagu tersebut hingga adakalanya dia tidak pernah kerdipkan mata sehingga aku menangis sambil menyanyi.

Ya aku emo! Aku tak kisah kalau orang katakan aku emo, sebab aku emo dalam menyatakan kasihku! Aku ikhlas.

Terima kasih Awan Nano kerana Ziq pernah senyum seikhlasnya dan khusyuk mendengar aku mendendangkannya.

Aku masih ingat bila dia terus memelukku bila lagu tersebut habis kudengdangkan dan tertidur dia dalam dakapanku.

Anak kecil itu mungkin sukakan muzik, tapi aku tahu Awan Nano punya kehebatan di sebalik kata-kata sehingga jiwa anak itu tenang!

Dengarkan ya!



Lihat ke arah sana
Serakan warna dan berarakan
Awan
Pabila terik panas
Segera hadirnya memayungi diri

Pabila kau dahaga
Sesegera turun hujan melimpahkan kasihnya
Pabila kau katakan
Akulah awan itu yang kau mahu

Begitulah awan nano
Setia melindungi diri
Tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu

Begitulah awan nano
Sering saja tak terduga hadir
Dan tak akan tercapai jejarimu

Kasihnya
Kasih tiada banding
Setia tiada tara
Bagaimanapun jua

Awan kekasih sebenarmu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu

Lihat diriku ini
Yang sesekali pernah kau bagaikan awan
Sehingga tak mungkin terlupa
Berikan belas sedari dulu

Sehingga tak mungkin termampu saksi
Setitis pun air matamu kasihku
Sehingga kau katakan
Akulah awan itu yang kau rindu

Akulah awanmu yang sedia
Melindungi dirimu tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu

Akulah awanmu yang sering kau rindu
Dan tak terduga hadirmu walau tak tercapai jejarimu

Kasihku
Kasih tiada banding setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Aku pelindung dirimu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu

Begitulah awan nano
Setia melindungi diri tika panas mencuba menggores pipi
Dan bibirmu

Begitulah awan nano
Sering saja tak terduga hadir
Dan tak akan tercapai jejarimu

Kasihku
Kasih tiada banding setia tiada tara
Bagaimanapun jua
Aku pelindung dirimu sayang
Walaupun tak akan tercapai jejarimu



Alunan lagu buat tidurmu - Ziq

Aku cuba elakkan dari menulis tentang si kenit itu.

Nyata aku gagal kerana dia berada dalam setiap nafas yang ku hembus dan kerlip mata yang membuntang.
Aku terlalu asik membelek wajahnya yang mulus itu, giginya yang mula memenuhi senyuman buatkan aku tak lekang mahu membuat dia tertawa.

Aku tak pernah endah walau dia tak bisa menyelami hatiku.

Setiap hari, bertalu-talu soalan yang aku lontarkan,

"Eki sayang mommy tak?"
"Eki rindu mommy tak?"
"Malam ini Eki tidur peluk mommy tak?"
"Eki tak rindu ke bila mommy kerja dan tinggalkan Eki?"

Semua jawapan itu dianggukan dengan laju tanda benar-benar rindu padaku. Padahal tahukah dia erti rindu???

Aku berkelakuan seperti anak kecil bila berbicara dengannya.

Namun, ada soalan yang seringkali aku tanyakan dia tak pernah menggeleng, malah dia sering mampi padaku, minta di didakap dihembus rapat ke telinga dan memanah terus ke matanya. Aku seolah bisa memahami apa yang dimahukan,

"Eki nak mommy nyanyi ye?", seringkali terjadi bila dia sudah tidak keruan melawan mata.

Si kenit hanya mengangguk dan menghulur tangan mohon di dakap.
Seeratnya aku dakap dengan senyum mengukir tiada bantahan.

Lagu ku alun bersilih ganti hingga dia benar-benar memejam rapat matanya sambil jemari menggosok-gosok dadaku. Inilah tabiat si kenit itu bila mahu tidur, tak bisa diam walau jemari sahaja yang mampu digerakkan.

Moga satu hari nanti jiika bisa dia membaca warkahku, mungkinkah aku dapat mendengar dia mengalunkan pula padaku lagu-lagu tersebut?

Awan Nano
Ayah & Ibu
Kisah Hati
Ombak Rindu

Katakan padaku wahai anak, apakah kau rasakan cinta yang bergetar dalam diriku setiap kali pipi mulus mu ke kucup?

Semoga tuhan memberkati amanah nya ini untukku didik dan pelihara sebaik manusia yang bisa menjadi pejuang Islam dan bangsanya!

InsyaALLAH.....

Sunday, January 15, 2012

Sesekali aku TERlantang..Opppps

Atas nama perjuangan itu
Aku tak kisah apa orang nak endah
Aku menyusur walau mata kau kabur
Aku menyelinap dalam saraf tanpa kau sedar

Atas nama perjuangan yang aku bersumpah
Kau tak perlu tinjau kesetiaanku
Kau tak perlu terjengket-jengket melihat ketaatanku
Kau hanya perlu lihat kegagahanmu

Aku punya prinsip walau kau keh keh keh kan aku
Aku punya tanggungjawab walau kau menggeletek gelakkan aku
Aku punya matlamat untuk aku dan perjuangan aku
Sedang kau aku pun tak tahu
Apa yang kau mahu?

Perjuangan itu usah kau bilang
Perjuangan itu usah kau bentangkan dadamu
Perjuangan itu atas laksanaan bukan modus operandi gahmu

Mari sini aku bisikkan
Rapat di suping telinga
Sayup resap di dada
"KAU MASIH BERDIRI BILA KENCING DAN AKU SUDAH TAU CANGKUNG AGAR TIDAK MELELEH"

Sibukkan tentang perjuanganmu sebelum selak tirai perjuanganku!


Monday, December 05, 2011

BICARA PETANG

Ramai juga tertanya-tanya apa susahkah mencari waktu untuk terus melontar rasa di laman blog?
Jawapan aku TIDAK sebenarnya namun yang payah itu idea yang tidak sering muncul.

Aku cuba menjadi mereka yang menyandarkan ruang blog seperti diari, berkongsi rasa tanpa sempadan. Namun, aku tewas kerana setiap kali aku menulis gaya mereka, aku terkandas. Separuh jalan pasti ceritaku sudah ter'delete' oleh jemari.

Aku tak gemar juga berbunga-bunga namun aku tak bisa membohongi jemari yang liuk lentok mengalunkan iramanya.

Akhirnya, sebulan dan adakalanya lebih dari tempoh waktu itu blog aku ini kosong tiada berita. Bila agaknya aku akan berubah menjadikan blog ini lebih santai? Atau mungkin ia tak akan berubah walau dengan segala usaha?

Setiap kali aku mula memegang papan kekunci, bahasa mindaku juga berubah dan lontaran kata-kata menjadi seperti curahan air hujan melimpah ke bumi. Aku tidak merancang untuk menulis, sebaliknya membiarkan sahaja gerak bahasa menari.

Aku akan cuba ya teman-teman yang tak putus mengetuk ruang emel ku bertanyakan cerita baru. Senangnya, aku lebih tertarik dan mudah menulis sajak dari cerita. Jadi kalau nak cepat memanglah sajak menjadi pilihan utama.

Sabar dengan kisah-kisahku untuk kalian dan ketekunan kalian menjamah blog aku sangat dihargai tanpa ada kata-kata dapat kuluahkan.

Sampai kita berjumpa sedikit waktu lagi, terima kasih sekali lagi kerana terus menjadi penghuni tetamu di laman blog ku ini. Love u all

Salam- Marini Kamal

365 MENGENAL K.I.Z.A.S

Setahun sudah berlalu
Semakin kau menginjak usia
Semakin kau kelihatan berbeza

Semalam nyilunya masih terasa
Jahitan di perutku menguit nguit
Pergerakanku terbatas
Dan kau hanya tahu menangis dan susu

Semalam kau sering menjadi bualan
Aku buntu dengan kerenahmu
Aku kaku dengan kewujudanmu
Sudah kucuba memelukmu
Namun tangisanmu memecah hening malam
Sering menjadikan aku gundah

Semalam lenaku tidak bermimpi
Aku dambakan lena yang ketat
Aku impikan mimpi yang indah
Tanpa gangguanmu mengejutku
Namun aku kaget dengan jeritan meminta susu

Semalam itu sudah menjadi kenangan
Kau sudah pintar
Tanpa tangisan lagi mengiringi
Kau hanya tersenyum dan bisa mengerti bait bicaraku
Melihat gigimu tersusun sedikit jarang
Aku dan daddy-mu tidak sabar melihat kau terus sihat membesar

SELAMAT HARI ULANG TAHUN PERTAMA ANAKANDAKU
Sesungguhnya tuhan mengirimkan aku sebutir permata
Untuk ku gilap dan kuusap agar terus bercahaya

Tuhan sudah memberikan aku amanat besar
Agar kau hidup dalam acuan Islam penuh hidayah
Aku takut untuk lalui saat cemas bila kau mula mengenal rasa
Emosimu usahlah kau turuti
Kepintaranmu usah disalah praktik
Aku hanya memimpin dengan doa dan petunjuk
Selebihnya kau harus lalui dengan akal

Selamat ulang tahun sayangku
Serikanlah hari-hari singkatku dengan senyummu
Dakaplah aku seperti mana aku mendakapmu bila kau ketakutan
Kucuplah dahiku seperti mana aku cium ubun-ubun saban malam
Pengorbananku jangalah dikenang sebaliknya jadikanlah azimat
Untuk kau tahu aku tak bisa hidup tanpa mengasihimu

Cinta padamu adalah cinta amanah
Kasih terhadapmu adalah kasih pengorbanan
Teruskanlah menjadi insan yang mulia di sisi Allah swt
Hanya melihat kau membesar dan berjaya
Sudah cukup memberikan penawar pada setiap lelah sepanjang hayat

SALAM HARI LAHIR KAMAL IZZ ZIQRY aka KIZAS

Tuesday, October 18, 2011

Warkah buat Ziqry

Warkah untuk Ziqry...

Mummy bangga lihat perkembangan ziqry,
Setiap hari mummy lihat wajah ziqry di mana-mana
Di telefon, di atas meja, di dada skrin komputer, di dalam facebook
Kotak fikiran mummy hanya kenangkan ziqry
Tak pernah sesaat pun ziqry lenyap dari ingatan mummy

Mummy teruja melihat Zirry bertatih-tatih dan tersungkur
Kaki yang terkangkang dan menggeletar mengatur langkah melihatkan Ziqry seperti juara
Mummy dan Daddy menjerit jerit memanggil nama Ziqry
"Cepat cepat ziqry pandai...tatih lagi tatih lagi"
Sampai Ziqry menyeringai tertawa hingga terlihat 6 butir gigi menghiasi senyuman

Mummy rasa bersalah bila tak dapat lihat Ziqry 24 jam sehari
Cemburu bila mengenangkan orang lain yang melihat perkembangan Ziqry
Wan, Along, Papa, Mama, Abang Aysh dan Adik Iyash
Semuanya bercerita tentang Ziqry yang dah pandai itu dan ini
Mummy hanya menjadi orang terakhir bersama Daddy

Mummy paling gembira bila menatap wajah Ziqry tidur
Mummy genggam tangan Ziqry
Mummy kucup perlahan lahan pipi dan dahi Ziqry
Mummy tak berani nak ganggu Ziqry tidur
Takut takut Ziqry tersedar dari lena yang begitu dalam

Mummy tak henti melihat wajah Ziqry dalam lena
Setiap kali itu Mummy panggil Daddy
"Daddy, mari sini..lihatlah wajah ziqry yang tenang...
Dari wajah tenang itu segala lelah kita luntur dan padam
Dia dah makin panjang dan kacaknya seperti daddy manisnya seperti Mummy"
Itulah bual Mummy dan Daddy ketika melihat Ziqry tidur
Mummy dan Daddy tiupkan di ubun-ubunmu
"Jadilah anak yang soleh, taat kepada orang tua dan tidak engkar pada Agama"

Ziqry perlu tahu langkah Ziqry sangat panjang
Semakin pantas seperti halilintar
Banyak cerita cerita ngeri yang wan omelkan kepada Mummy
Hingga takut dan Mummy lebih berhati-hati

Hanya hujung minggu kita bisa melayari hidup 24 jam bersama
Hanya hujung minggu Daddy mandikan Ziqry
Hanya hujung minggu Mummy suapkan makanan ke mulut Ziqry
Ziqry tahu tak betapa Mummy rasa sedih
Tak dapat menyusukan Ziqry
Tak dapat nak menyuap makanan setiap hari ke mulut Ziqry?

Setiap hari Mummy dan Daddy balik
Ziqry dah tiba masa untuk tidur
Ziqry dah melasak minta di dodoikan
Ziqry pelik...
Tak macam anak-anak kecil lain
Kalau dulu Ziqry minta didodoikan dengan zikrullah
Sekarang Ziqry hanya lena dengan lagu 'Ayah dan Ibu'
Mummy nanyikan sambil bercucuran airmata
Mengenang bahawa Mummy sekarang ini adalah ibu
Betapa besar nikmat tuhan kepada Mummy

Ziqry perlu tahu
Sebelum Mummy makan pasti Mummy teringatkan Ziqry
Terutama bila makanan itu sedap dan sangat lazat
Mummy terfikir untuk bungkuskan buat Ziqry
Mummy mahu Ziqry rasa kesedapan yang Mummy rasa
Setiap kali Mummy dan Daddy makan berdua
Terutamanya bila Ziqry di rumah wan
Mummy pasti bicarakan dengan Daddy
"Kalau Ziqry ada mesti seronokkan, sebab dia suka makan"
Daddy hanya senyum sindir
Seolah Mummy tak bisa renggang sesaat darimu

Mummy bersyukur sebab Wan menjagamu
Mummy tahu Ziqry pastinya dalam jagaan penuh kasih sayang
Mummy tak terjangkau memikirkan kalau Ziqry di bawah jagaan pengasuh
Mungkin Mummy tak setenang ini di pejabat
Mungkin Mummy mencari jalan bagaimana untuk bekerja dari rumah
Atau mungkin menjadi ibu sepenuh masa

Ziqry sayang
Walau apa pun terjadi dan bakal terjadi
Mummy dan Daddy tidak pernah memalingkan kasih kami
Kurniaan tuhan terhadap kami dengan memilikimu penuh erti
Kasihlah Mummy seperti Mummy kasihkan Ziqry
Cintailah Mummy seperti Mummy cintakan Ziqry
Walau susu yang mengalir dari dadaku ini tidak sepenuhnya dapat kau rasai
Mummy mahu Ziqry tahu hidup ini tak bererti tanpa sinaran kasihmu

~~18 Oktober 2011~~